January 23, 2013

SMS by, Galuh Kenadani

Hari demi hari seaakan cepat berganti, SMS itu datang begitu saja dan berhenti dengan sendirinya. Bunyi getaran HP yang Gia letakkan dimeja itu berbunyi sangat keras sehingga membangunkan tidur siangnya. Hanya sepatah kata yang diucapkan SMS itu, "Gi?". Gia segera menutup pesan singkat itu dan meletakkan kembali ke meja dekat tempat tidurnya.

"Kenapa sih ga jelas? Awalnya lo rajin banget SMS gue, tapi sekarang lo baru SMS gue seminggu sekali. PHP!", pikir Gia.

Tiba-tiba SMS itu datang lagi, deerrrrtttttt...... deerrrrtttttt...... deerrrrtttttt...... Gia bersihkeras untuk tidak membaca SMS itu, tapi karena beban kangen berat, Gia langsung membaca SMS yang isinya sama dan pengirimnya sama juga. Spontan juga Gia membalasnya "ada apa Dit?"

Tak lama kemudian Radit membalasnya, "lo punya nomer HPnya Nia ga?"

Saat Gia membaca balasan Radit, Gia terpaku memandangi HPnya. "Gue pikir lo mau ngisi kekosongan gue, tapi ternyata lo malah bikin gue jantungan. Dasar cowok!", celoteh Gia dalam hati.

Karena Gia lama membalas SMSnya, Radit pun menanyakan lagi hal yang sama. Hati Gia semakin sakit menginat kalau Nia adalah mantannya Radit sebelum Gia pacaran sama Radit.

"Kenapa lo? Suka sama Nia lagi?" Gia membalas dengan sewot. Aneh rasanya, padahal Gia dan Radit sudah putus sejak 1 bulan yang lalu, tapi menghadapi masalah ini Gia sudah panas. Itu tandanya, Gia masih belum siap move on.

Semenit kemudian, Radit menjawabnya. "Kok lo sewot sih? Kan gue cuma tanya, tanya secara baik malah".

HP Gia kembali bergetar. "Kenapa sih cowok itu gampang banget move on? Enak ya jadi cowok.", Gia membalas dengan topik yang berbeda.

Tak lama kemudian Radit membalasnya. "Lho, kok lo malah bahas beginian sih? emangnya susah ya move on dari gue :p". Jawaban Radit memberanikan Gia buat berbicara dengan blak blakan.

"Lo 100% bener banget, ga tau kenapa gue ga bisa move on dari lo. Gue masih cemburuan. Maaf ya... Oh iya, masalah nomer HPnya Nia, gue emang bener bener ga punya dan ga mau punya.". Gia langsung klik send dan terkirimlah sudah SMSnya.

Lama sekali Radit ga jawab SMSnya Gia, dan Gia memutuskan buat ngelanjutin tidur siangnya.
"Kenapa Radit lama banget jawab SMSnya, mungkin gue udah ga punya harapan lagi". Pikir Gia dalam hati. Tak lama kemudian Gia tertidur lagi.

Setelah puas dengan tidur siangnya, Gia langsung mengecek HPnya dan berharap kalo Radit membalas SMSnya. Tetapi tak ada satupun SMS yang masuk ke HPnya. Gia sudah putus asa dengan gagal move on nya dan memutuskan untuk bener bener move on dari detik ini.

Seminggu kemudian Gia mendapat SMS dari Radit yang isinya panjang banget.
"Gia, sebenernya gue juga masih suka sama lo, gue juga ga bisa move on dari lo. Gue berusaha move on tapi ga bisa, dari cara ngehindari lo, dari cara gue deketin cewek, dan dari cara gue cemburuin lo. Gue yang seharusnya minta maaf, MAAFIN GUE YA GI?. Lo masih mau ga balikan lagi sama gue?"

Gia tidak berpikir panjang dan langsung membalasnya dengan singkat, "Gue uda move on dari lo Dit, maaf gue ga bisa balikan lagi"

Kemudian Radit membalas SMS Gia dengan rasa kecawa terlihat dari kata katanya.
"Kenapa ga bisa Gi? Gue uda berani jujur sama lo, gue uda berani ngungkapin perasaan gue yang sebenernya dan gue uda minta maaf ke lo. Beri gue satu kesempatan Gi, plisss"

Gia semakin sebel dengan kata kata Radit. " Lo pikir gue ga berani jujur sama lo? Lo pikir gue ga berani ngungkapin perasaan gue yang sebenernya? dan lo pikir gue ga minta maaf ke lo?. Gue uda ngelakuin itu semua Dit, gue nunggu jawaban dari lo tapi lo nya ga ngasih jawaban itu. Dan baru sekarang lo ngomong ke gue. PHP itu namanya Dit"
Gia melanjutkan SMS yang kedua,
" Dan gue dulu juga nunggu kesempatan kedua dari lo, tapi apa? Lo selalu bikin gue tambah sakit hati. Mulai sekarang, lo jangan ganggu gue"

Itu adalah SMS terakhir diantara Gia dan Radit, semenjak itu Gia dan Radit tidak pernah berhubungan lagi.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~SELESAI~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Penulis: Galuh Kenandani
Judul: SMS

No comments:

Post a Comment