"Pergi yuk mblo..." AjakVita.
"Apaan sih lo Sha, gue ga akan pergi kalo lo ngatain gue jomblo" Jawab Sasha.
"Itu kenyataannya mblo, udalah terima aja. Hihihihi" Ejek Vita sambil ketawa kecil.
"Emangnya lo pikir lo bukan jomblo? Pake ejek- ejek ga jelas gitu" Jawab Sasha sinis.
"Ya maaf.... Makanya gue ajak lo jalan biar lo cepet dapet gebetan" Kata Vita.
"Emangnya lo pikir gue ga laku apa, harus ngelakuin cara itu? Lo kali yang kayak gitu...." Jawab Sasha sewot.
"Santai mblo.... biasa aja...." Sindir Vita.
"Uda deh, yuk ke pujasera" Ajak Sasha.
Sasha dan Vita itu adalah dua sahabat yang sama sama jomblo. Padahal mereka berdua itu cantik, kece, dan pinter. Tapi sayangnya selama 3 tahun di SMP, mereka tak punya satupun yang dapat mereka panggil *BEB, SAYANG, CINTAKU, DARLING, atau HONEY*.
Yang ada, malah kejadian diantara kedua sahabat baik ini yang tidak dapat mereka lupakan, yaitu sama sama suka pada satu cowok yang sama. Kejadiannya berlangsung satu tahun yang lalu ketika Sasha dan Vita masih kelas 8. Dan mereka berjanji untuk tidak menyukai cowok yang sama lagi. Itulah janji yang berlaku saat ini dan seterusnya.
Saat dipujasera, terlihat sesosok cowok yang asing dilihat Sasha dan Vita. Cowok itu lagi bercanda sama temennya. Kelihatannya cowok itu anak baru.
"Ta, liat deh cowok yang dimeja nomer 7, dia siapa ya? Kok gue baru liat?" Tanya Sasha penasaran.
"Oh itu, dia namnya Dimas. Dia anak pindahan dari Bandung" Jawab Vita.
"Oh, gitu" Jawab Sasha singkat.
Mereka berdua tak melanjutkan paembicaraan saat pesanan mereka sudah datang. Terlihat oleh Sasha kalo mata Vita terus melihat ke arah Dimas dan Vita tak berhenti memperhatikan Dimas.
"Woy! Kenapa lo? Jangan ngelamun kalo makan, ntar makannan lo dihabsin sama setan lho!" Sasha membubarkan lamunan Vita.
"Ye..... siapa yang ngelamun, sotoy lo. Setannya elo kalee" Jawab Vita menutupi keadaannya tadi.
"Uda deh ga usah pake bohong bohongan ke gue. Gue tau kok kalo lo dari tadi ngeliatin Dimas terus, jadi lo suka sama Dimas?" Tanya Sasha.
"Iya deh gue ngaku kalo boong, habis dia ganteng banget....." Jawab Vita sambil senyum senyum ga jelas.
"So?" Tanya Sasha singkat.
"Iya, gue suka sama dia" Jawaban Vita sama singkatnya dengan pertanyaan Sasha.
"Kenapa mesti gue keduluan sama Vita? Jadi sekarang kesimpulannya, gue harus ngalah sama Vita. Gue harus bisa ngalah!". Pikir Sasha dalam hati.
"Sha?" Panggil Vita dan menyadarkan Sasha dari lamunan sejenaknya.
"Ha? Apa Ta?" Jwab Sasha bingung.
"Lo juga suka ya sama Dimas?" Tanya Vita serius.
"Eng... engga kok Ta, tenang aja, gue ga akan suka sama dia. Kan kita uda janji". Jawab Sasha sambil senyum kepaksa.
"Oh iya Sha, ntar jadi pergi ga?" Tanya Vita.
"Sorry ya Ta, kayaknya gue ga bisa deh". Jawab Sasha.
"Lho kenapa Sha?" Tanya Vita lagi.
"mmmm...... Gue lagi males jalan Ta". Jawab Sasha.
Ketika bel masuk kelas berbunyi, mereka berdua segera masuk kelas. Sasha pengen banget cepet cepet pulang biar bisa tiduran di kasur empuknya. Dan Vita juga pengen cepet cepet pulang biar nanti pas pulang sekolah bisa liat Dimas lagi.
Akhirnya waktu yang ditunggu- tunggu tiba juga. Sasha langsung pulang kerumahnya dan Vita nungguin Dimas di depan gerbang sekolah.
Saat perjalanan pulang, Sasha mampir ke kios bunga terlebih dahulu buat beli mawar kesukaannya. Tak sengaja ada sesorang menabrak Sasha sehinga Sasha dan mawarnya jatuh. Seseorang itu membantu Sasha berdiri dan berulang kali minta maaf.
"Maaf ya mbak ya, saya ga sengaja". Kata seorang cowok yang tak asing lagi di liat Sasha.
Sasha terus memperhatikan wajah cowok itu, dan melihat mawarnya yang baru beli diinjak cowok itu. Sasha memandang mawarnya yang malang itu diinjak.
"Mbak? Mbak ga papa?" Tanya cowok itu.
Sasha terus memandang mawarnya yang diinjak lalu menatap wajah cowok yang menaraknya dengan hati yang sabar. Hingga cowok itu sadar kalau dia menginjak mawar milik Sasha. Kemudian cowok itu mengambil mawar yang sudah gepeng karena diinjak itu.
"Maaf sekali lagi ya mbak, mawarnya mbak saya injak. Saya akan menggantinya." Kata cowok itu.
Sasha masih kaget dan bingung, cowok itu wajahnya sama seperti cowok yang dilihatntya bersama Vita di pujasera tadi. Tidak salah lagi perkiraan Sasha, jadi cowok itu adalah Dimas. Tapi Dimas sudah tidak berseragam sekolah lagi.
"L... Lo Dimas kan? Anak baru yang baru pindahan dari Bandung ke sekolah gue kan?" Tanya Sasha penasaran.
Dimas diam dan memandangi Sasha terus menerus.
"Eh.... I.. Iya, gue Di.. Dimas" Jawab Dimas. Dimas masih memandangi Sasha.
"Lo bisa kenal gue, tapi gue ga kenal sama lo. Nama lo sapa?" Tanya Dimas sambil ngulirin tangannya tanda minta kenalan.
"Gue Sasha" Jawab Sasha singkat.
"Nih ganti bunga lo yang uda gue rusak tadi. Gue minta maaf banget loh ya...." Dimas ngasih gue seikat mawar baru yang masih fresh.
"Makasih loh ya.... Uda yang itu lupain aja, ga papa kok" Jawab Sasha.
"Oh iya, rumah lo dimana Sha? Mau gue temenin pulang ga?" Tanya Dimas sampe sampe hati Sasha nge-fly.
"Rumah gue di kompleks depan tuh. Ga ngerepotin nih?" Sepertinya Sasha seneng banget.
"Engga kok Sha, ini juga tanda permintaan maaf dari gue" Jawab Dimas.
"Lo baik banget sih, ya uda, yuk berangkat"
Akhirnya Sasha sama Dimas pulang bareng. Hingga sampai dirumah Sasha, Dimas langsung pamit.
Disekolah, Vita masih nunggu Dimas, tapi Dimas ga dateng dateng.
"Eh lo liat Dimas ga?" Tanya Vita ke salah seorang temen Dimas.
"Dia uda pulang dari tadi" Jawabnya.
"Oh, oke deh makasih ya" Ternyata Vita percuma tadi menunggu Dimas di depan gerbang.
Vita langsung telfon Sasha kalo Vita pengen kerumah Sasha. Akhirnya Vita kerumahnya Sasha dan menceritakan semua kejadian menunggunya. Sasha tak bisa mejawab dan terdiam sebab tadi dia bertemu Dimas di kios bunga.
"Sha? Gimana ini? Masa gue udahan suka nya sama Dimas?" Tanya Vita.
---------------------------------------------BERSAMBUNG----------------------------------------------
Write by: Galuh Kenandani
Follow me on Twitter: @galuhkenandani
add me on FB: Galuh Kenandani
Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan kata. Lanjutan ceritanya ue lanjutin kalo gue punya waktu ;)
KEEP READ AND LOVE MY BLOG
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Galuh Kenandani
--------------------------------------------------------
No comments:
Post a Comment