March 30, 2015

Cinta Dalam Diam

“Aku mengetahuinya saat itu.”

“Saat kau mulai menyukai seseorang, kau tak bisa berhenti memperhatikannya.”

“Tak ada hasil tanpa usaha. Kau tak bisa mendapatkan sesuatu jika kau hanya diam.”


Hampir satu tahun sampai sekarang dia mengalaminya, menyukai seseorang dalam diam tanpa ada yang tahu. Bahkan seseorang yang disukainya pun tidak tahu. Bagaimana bisa tahu kalau orang yang disukainya itu mungkin tak mengenal dia walaupun berada di sekolah yang sama. Mengobrol saja tidak pernah, terakhir berbicara sudah lama saat awal bertemu. Aneh, dia bisa memendam perasaan tidak jelas ini sudah hampir satu tahun.

Diawali dengan bertemu disuatu acara, dia berkenalan lalu berjabat tangan untuk yang pertamakalinya. Apa itu yang disebut love in first sight? Apakah secepat itukah jatuh cinta? Apakah semudah itu untuk jatuh cinta? Apa alasannya? Dia terlalu bodoh untuk memikirkan semua ini.

Semenjak saat itu, dia selalu memperhatikannya. Memperhatikan secara diam diam setiap hari. Saat seseorang itu makan di kantin, berolahraga, becanda bersama teman temannya, berjalan dikoridor, dia selalu memperhatikannya.
Dia berharap setiap hari untuk selalu bertemu agar bisa melihatnya. Berharap disetiap pertemuan ada suatu percakapan. Berharap seseorang itu mengenalnya. Berharap seseorang itu peka ketika diperhatikan. Dan berharap jika seseorang itu memiliki rasa yang sama, walaupun itu sangat mustahil. Dia selalu berharap. Hanya bisa berharap dalam diam.

Setiap bertemu seseorang yang disukainya itu, dia selalu tersenyum seperti orang bodoh dan menjadi salah tingkah.


“Bukankah memang seperti itu? Jatuh cinta membuat seseorang bertingkah seperti orang bodoh. Kau tak bisa pintar dan jatuh cinta secara bersamaan.”


Ada alasan yang membuat dia bertahan sampai sekarang menyukainya dalam diam. Dia berkata bahwa, “Dalam diam aku tidak mendapat penolakan, dan dalam diam tidak ada yang memilikimu kecuali aku”.

Dia sadar bahwa dia tidak mendapatkan apapun jika terus menerus diam. Tanpa berusaha, dia tidak akan pernah mendapatkannya. Percuma untuk selalu berharap tetapi tak melakukan apa apa, karena tidak akan ada hasil. Kini dia menyesalinya…


Dia mengerti bahwa banyak konsekuensi untuk jatuh cinta diam diam. Dia siap menerima semua konsekuensi itu. Karena dia tahu, dengan berani mengawali jatuh cinta itu berarti berani mengawali rasa sakit.

No comments:

Post a Comment