“Aku mengetahuinya saat itu.”
“Saat kau mulai menyukai seseorang, kau tak
bisa berhenti memperhatikannya.”
“Tak ada hasil tanpa usaha. Kau tak bisa
mendapatkan sesuatu jika kau hanya diam.”
Hampir satu tahun sampai sekarang dia
mengalaminya, menyukai seseorang dalam diam tanpa ada yang tahu. Bahkan
seseorang yang disukainya pun tidak tahu. Bagaimana bisa tahu kalau orang yang
disukainya itu mungkin tak mengenal dia walaupun berada di sekolah yang sama.
Mengobrol saja tidak pernah, terakhir berbicara sudah lama saat awal bertemu.
Aneh, dia bisa memendam perasaan tidak jelas ini sudah hampir satu tahun.
Diawali dengan bertemu disuatu acara, dia
berkenalan lalu berjabat tangan untuk yang pertamakalinya. Apa itu yang disebut
love in first sight? Apakah secepat
itukah jatuh cinta? Apakah semudah itu untuk jatuh cinta? Apa alasannya? Dia
terlalu bodoh untuk memikirkan semua ini.
Semenjak saat itu, dia selalu
memperhatikannya. Memperhatikan secara diam diam setiap hari. Saat seseorang
itu makan di kantin, berolahraga, becanda bersama teman temannya, berjalan
dikoridor, dia selalu memperhatikannya.
Dia berharap setiap hari untuk selalu
bertemu agar bisa melihatnya. Berharap disetiap pertemuan ada suatu percakapan.
Berharap seseorang itu mengenalnya. Berharap seseorang itu peka ketika
diperhatikan. Dan berharap jika seseorang itu memiliki rasa yang sama, walaupun
itu sangat mustahil. Dia selalu berharap. Hanya bisa berharap dalam diam.
Setiap bertemu seseorang yang disukainya
itu, dia selalu tersenyum seperti orang bodoh dan menjadi salah tingkah.
“Bukankah memang seperti itu? Jatuh cinta
membuat seseorang bertingkah seperti orang bodoh. Kau tak bisa pintar dan jatuh
cinta secara bersamaan.”
Ada alasan yang membuat dia bertahan sampai
sekarang menyukainya dalam diam. Dia berkata bahwa, “Dalam diam aku tidak
mendapat penolakan, dan dalam diam tidak ada yang memilikimu kecuali aku”.
Dia sadar bahwa dia tidak mendapatkan apapun
jika terus menerus diam. Tanpa berusaha, dia tidak akan pernah mendapatkannya. Percuma
untuk selalu berharap tetapi tak melakukan apa apa, karena tidak akan ada
hasil. Kini dia menyesalinya…
Dia mengerti bahwa banyak konsekuensi untuk
jatuh cinta diam diam. Dia siap menerima semua konsekuensi itu. Karena dia
tahu, dengan berani mengawali jatuh cinta itu berarti berani mengawali rasa
sakit.
No comments:
Post a Comment